SD NEGERI 05 KEJENE KEC. RANDUDONGKAL
Jumat, 30 Maret 2012
Kamis, 29 Maret 2012
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
KEGIATAN TRY OUT UN KELAS VI
KEGIATAN TRY OUT UN KELAS VI
KEGIATAN TRY OUT UN KELAS VI
KEGIATAN TRY OUT UN KELAS VI
DISKUSI KELOMPOK KELAS VI
KBM KELAS III
KBM KELAS IV
KBM KELAS V
DISKUSI KELOMPOK KELAS VI
DISKUSI KELOMPOK KELAS VI
DISKUSI KELOMPOK KELAS VI
DISKUSI KELOMPOK KELAS VI
KBM KELAS II
DISKUSI KELOMPOK KELAS VI
Rabu, 28 Maret 2012
ASIK BERMAIN DENGAN ANGKA
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111
Hebatkah ?
Coba lihat simetri ini :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
kurang hebat,,,,
Sekarang lihat ini
Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi jawabannya.
J
ika ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ
=1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Maka, kata
KERJA KERAS =:
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%
H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + 15 + 18 + 11 = 99%
K-N-O-W-L-E-D-G -E
=11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%
A-T-T-I-T-U-D-E
=1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%
Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita.
Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.
Tapi,
LOVE OF GOD =
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%
Semoga Bisa Menjadi Nilai Positive Buat Kita Semua.
Jumat, 23 Maret 2012
SEJARAH KABUPATEN PEMALANG
Eksistensi
Pemalang Berdasarkan Data Sosio-Historis Sampai Abad XIX
(Diambil dari situs resmi Kabupaten Pemalang)
Keberadaan
Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa
prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat
Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesa yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di
desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur
kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syech Maulana
Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali
paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk
setempat.
Eksistensi
Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data
di dalam buku W FRUIN MEES yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang
merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh
seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan
Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut,
termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal
Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.
Pemalang
dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting
dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang
menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram)
yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang
menghubungkan dua kawasan tersebut.
Populasi
penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode
abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada
abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan
Demak, Cirebon dan kemudian Mataram.
Pada
masa itu Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional pada
sekitar tahun 1575. Tokoh yang asal mulanya dari Pajang bernama Pangeran
Benawa. Pangeran uu asal mulanya adalah Raja Jipang yang menggantikan ayahnya
yang telah mangkat yaitu Sultan Adiwijaya.
Kedudukan
raja ini didahului dengan suatu perseturuan sengit antara dirinya dan Aria
Pangiri.
Sayang
sekali Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun. Pangeran
Benawa meninggal dunia dan berdasarkan kepercayaan penduduk setempat menyatakan
bahwa Pangeran Benawa meninggal di Pemalang, dan dimakamkan di Desa Penggarit
(sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).
Pemalang
menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap sejak R. Mangoneng, Pangonen
atau Mangunoneng menjadi penguasa wilayah Pemalang yang berpusat di sekitar
Dukuh Oneng, Desa Bojongbata pada sekitar tahun 1622. Pada masa ini Pemalang
merupakan apanage dari Pangeran Purbaya dari Mataram. Menurut beberapa sumber R
Mangoneng merupakan tokoh pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan
Agung. Seorang tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat
dipandang sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam
melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan Belanda di
bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.
Pada
sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi
Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram
setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun
1678.
Menurut
catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang
bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat
dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat
dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh,
dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda
ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat
diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam
masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati
Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak
Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah
Bupati-bupati Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.
Sementara
itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De Java Oorlog Uan
1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Uan Den Poet mengorganisasi beberapa
barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri
dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826.
Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya
keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara
resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan
peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung
dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati
Reksodiningrat.
Pada
tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro.
Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah
Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau
dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa
Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling
Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang
terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama
kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Propinsi Jawa
Tengah.
Pusat
Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng. Walaupun tidak ada sisa
peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan petunjuk lain. Petunjuk
itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng yang masih bisa ditemukan sekarang
ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Pusat Kabupaten Pemalang yang kedua
dipastikan berada di Ketandan. Sisa-sisa bangunannya masih bisa dilihat sampai
sekarang yaitu disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesehatan).
Pusat
Kabupaten yang ketiga adalah kabupaten yang sekarang ini (Kabupaten Pemalang
dekat Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten yang sekarang ini juga merupakan sisa
dari bangunan yang didirikan oleh Kolonial Belanda. Yang selanjutnya mengalami
beberapa kali rehab dan renovasi bangunan hingga kebentuk bangunan Jogio
sebagai ciri khas bangunan di Jawa Tengah.
Dengan
demikian Kabupaten Pemalang telah mantap sebagai suatu kesatuan administratif
pasca pemerintahan Kolonial Belanda. Secara biokratif Pemerintahan Kabupaten
Pemalang juga terus dibenahi. Dari bentuk birokratif kolonial yang berbau
feodalistik menuju birokrasi yang lebih sesuai dengan perkembangan dimasa
sekarang.
Sebagai
suatu penghomatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang maka pemerintah
daerah telah bersepakat untuk memberi atribut berupa Hari Jadi Pemalang. Hal
ini selalu untuk rnemperingati sejarah lahirnya Kabupaten Pemalang juga untuk
memberikan nilai-nilai yang bernuansa patriotisme dan nilai-nilai heroisme
sebagai cermin dari rakyat Kabupaten Pemalang.
Penetapan
hari jadi ini dapat dihubungkan pula dengan tanggal pernyataan Pangeran
Diponegoro mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda, yaitu
tanggal 20 Juli 1823.
Namun
berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten Pemalang Hari
Jadi Pemalang adalah tanggal 24 Januari 1575. Bertepatan dengan Hari Kamis
Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Dan ditetapkan dalam Peraturan
Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari
Jadi Kabupaten Pemalang.
Tahun
1575 diwujudkan dengan bentuk Surya Sengkolo “Lunguding Sabdo Wangsiting Gusti”
yang mempunyai arti harfiah : kearifan, ucapan/sabdo, ajaran, pesan-pesan,
Tuhan, dengan mempunyai nilai 5751.
Sedangkan
tahun 1496 je diwujudkan dengan Candra Sengkala “Tawakal Ambuko Wahananing
Manunggal” yang mempunyai arti harfiah berserah diri, membuka,
sarana/wadah/alat untuk, persatuan/menjadi satu dengan mempunyai nilai 6941.
Adapun
Sesanti Kabupaten Pemalang adalah “Pancasila Kaloka Panduning Nagari” dengan
arti harfiah lima dasar, termashur/terkenal, pedoman/bimbingan, negara/daerah
dengan mempunyai nilai 5751(*)
Kamis, 22 Maret 2012
HASIL UKA SERTIFIKASI GURU
Bagi peseerta yang ingin mengetahui hasil UKA Sertifikasi Guru (SERGUR) Tahun 2012 Silakan Klik link dibawah ini !
http://lpmpjateng.go.id/web/index.php?option=com_content&view=article&id=689:serah-terima-hasil-uka-sertifikasu-guru-tahun-2012&catid=55:berita&Itemid=115
http://lpmpjateng.go.id/web/index.php?option=com_content&view=article&id=689:serah-terima-hasil-uka-sertifikasu-guru-tahun-2012&catid=55:berita&Itemid=115
Rabu, 21 Maret 2012
SERGUR 2012 / HASIL UKA 2012
Jumat, 16 Maret 2012
Kamis, 15 Maret 2012
REGISTRASI ULANG NUPTK
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Strategi pembelajaran yang berasosiasi dengan pendekatan kontekstual yaitu, (1)
pengajaran berbasis masalah, (2) pengajaran kooperatif, (3) pengajaran berbasis
inkuiri, (4) pengajaran berbasis proyek/tugas, (5) pengajaran berbasis kerja,
dan (6) pengajaran berbasis layanan (Nurhadi, dkk, 2006:56). Adapun uraian dari
strategi di atas yaitu:
- Pengajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang meng¬gunakan masalah dunia nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Pengajaran ini menitikberatkan pada masalah dunia nyata agar siswa bisa meme¬cahkan persoalan nyata.
- Pengajaran kooperatif memaksimalkan kerja kelompok sebagai hasil dari belajar, jadi sumber belajar bukan hanya guru tetapi bisa dari sesama siswa.
- Pengajaran berbasis inkuiri adalah suatu pengajaran yang menuntut siswa untuk belajar menemukan sendiri dan terlibat aktif dalam pembentukan konsep, bukan hanya transfer pengetahuan dari guru
- Pengajaran berbasis proyek/tugas, pendekatan ini memperkenalkan pada siswa untuk bekerja secara mandiri dalam membangun dan menyelesaikan tugasnya dalam produk yang nyata.
- Pengajaran berbasis kerja yaitu suatu pendekatan yang memungkinkan suatu pendekatan pengajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut digunakan kembali di dalam tempat kerja. Smith, 2001 (dalam Nurhadi, dkk, 2006:79), dan
- Pengajaran berbasis jasa layanan adalah strategi yang berpijak pada suatu pemikiran bahwa kehidupan dijiwai oleh kemampuan melayani, jadi penga¬ja-ran tersebut menekankan hubungan antara pengalaman jasa layanan dan pembelajaran akademis.
Pendekatan atau strategi yang
berasosiasi pada pembelajaran memiliki kesamaan ciri dalam hal, (1) menekankan
pada pemecahan masalah, (2) menya¬¬dari kebutuhan akan pengajaran dan
pembelajaran yang terjadi di dalam berbagai konteks seperti di rumah,
masyarakat, dan pekerjaan, (3) mengajar siswa memo-nitor dan mengarahkan
pembelajaran mereka sendiri sehingga mereka menjadi pembelajar mandiri, (4)
mengaitkan pengajaran pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda, (5)
mendorong siswa untuk belajar dari sesama teman dan belajar bersama, (6)
menerapkan nilai autentik, dan (7) menyenangkan (Nurhadi, dkk, 2006:56). Dengan
mengetahui persamaan ciri pada
pendekatan-pendekatan tersebut pada dasarnya siswa di
dalam belajar hendaknya diberi kesempatan untuk memecahkan masalah dan mampu
bekerja sama dalam memecahkan masalah agar pengalaman belajar yang diperoleh
bukan sekedar menghafal sehingga belajar akan bermakna dan menyenangkan karena
siswa ikut aktif dalam pembelajaran.
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Pembelajaran kontekstual memiliki beberapa karakteristik
diantaranya sebagai berikut: (1) melakukan hubungan yang bermakna, (2)
melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan, (3) belajar yang diatur sendiri,
(4) bekerja sama, (5) berpikir kritis dan kreatif, (6) mengasuh dan memelihara
pribadi siswa, (7) mencapai standar yang tinggi, dan (8) menggunakan penilaian
autentik. Johnson, 2002 (Dalam Nurhadi, 2006).
Dari pendapat tersebut karakteristik pembelajaran
konstektual dapat diuraikan sebagai berikut: (1) siswa diharapkan aktif dalam
pembelajaran baik secara kelompok maupun individu, (2) siswa membuat hubungan
di dalam sekolah dan di dalam kehidupan nyata sebagai bagian dari anggota
masyarakat, (3) siswa belajar dan melakukan pekerjaan sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai, (4) siswa diharapkan mampu bekerja sama dalam kelompok maupun
dalam pembelajaran di kelas, (5) siswa berpikir kritis dan kreatif agar dapat
menganalisis, mensitensis, dan memecahkan masalah, (6) memberi bimbingan dan
dukungan pada siswa, (7) siswa diharapkan mencapai standar pencapaian yang
tinggi, dan (8) menggunakan penilaian yang nyata dan sebenarnya dari apa yang
telah diperoleh siswa dari lingkungannya.
Sanjaya (2005) mengemukakan lima karakteristik pentingdalam
proses Pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual (CTL), yaitu (1)
pembelajaran Kontekstual merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah
ada (activing knowledge). Artinya apa yang dipelajari tidak terlepas dari
pengetahuan yang sudah dipelajari. (2) belajar dalam rangka memeperoleh dan
menambahkan pengetahuan baru (acquiring knowledge) yaitu pengetahuan baru
diperoleh dengan cara mempelajari keseluruhan, kemudian memerhatikan detailnya.
(3) pemahaman pengetahuan (understanding knowledge), artinya pengetahuan yang
diperoleh bukan untuk dihafal tetapi untuk dipahami dan diyakini. (4)
mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge) artinya
pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam
kehidupan siswa, sehingga tampak perubahan perilaku siswa. (5) melakukan
refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Hal
ini dilakukan sebagai umpan baik untuk proses dan penyempurnaan strategi.
Pada dasarnya karakteristik pembelajaran kontekstual menekanan
pada pembelajaran yang bermakna, bukan hanya sekedar menghafal melainkan
mengalami dan berbuat serta mampu bekerja sama untuk memecahkan dan memperoleh
informasi baru berupa pengetahuan dan guru bukan satu-satunya sumber belajar
serta menggunakan berbagai strategi penilaian bukan hanya tes saja.
Rabu, 01 Februari 2012
PESERTA UN SDN 05 KEJENE TA. 2011/2012
AGUS SETIAWANTO
ADRIKNI
AJENG ADAHILA
DIAN LUPIANA
HARYANTO
KIKI AMALIA
KARINA DINDA RUKMANA
LUKMAN MUSLIKHUDIN
MUHAMAD ADI SATRIYO
MUHAMAD RONI
MAELANI NURHABIBAH
MUKTI FAJARUDIN
NURKHALIMAH
NURPIYAH
PEPRI TIYANI
PUTRI RIZKI AMANDA
RIS BIYANTORO
UTIYA
UMI FITRIYANI
DINDA KHOMSIN AMALIA
MURID KELAS VI TAHUN PELAJARAN 2011/2012
FOTO BARENG WALI KELAS VI BAPAK M. UJE. R ALKALIMASY
Sabtu, 28 Januari 2012
FOTO GURU
SIS HADI PURWANTO
GURU KEKAS III
A. JAHIDI , S.Pd.I
KEPALA SEKOLAH
DUHARI
GURU AGAMA
EKO WASKITO PARERO
GURU BHS. JAWA
YULITA
GURU KELAS V
SUYARSONO
PENJAGA SEKOLAH
M. UJE. R ALKALIMASY
GURU KELAS VI
BAMBANG YOGA PRANOTO
GURU BTQ
ROCHMULYANI
GURU KELAS I
LINA FARIDA
GURU BHS. INGGRIS
A. SYAIKHU
GURU KELAS II
ENDAH SULISTIYO WARNI
GURU KELAS IV
Langganan:
Entri (Atom)























